Jumat, 03 November 2017

Laporan Praktikum Media

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
     Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi) mulai berkembang. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri (Diktat Mikrobiologi Dasar).
     Berdasarkan atas penemuan para tokoh maka muncullah suatu proses yang dinamakan penanaman bakteri baik melalui media padat, cair ,ataupun semi solid. Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk dkk,1993).
     Akan tetapi yang terpenting medium harus mengandung nutrisi yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Nutrisi ini adalah degradasi dari nutrisi dengan molekul yang kompleks. Nutrisi dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup, yang meliputi air, karbon, energi, mineral dan faktor tumbuh (Label, 2008).
     Berdasarkan hal tersebut, maka di lakukanlah praktikum ini untuk  mengetahui medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme yang  sesuai susunannya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Medium adalah bahan yang terdiri dari campuran zat-zat untuk menambahkan mikroba. Selain itu juga berguna untuk isoalsi sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba dalam satu bahan. (Volk dkk,1993).
1.2. Tujuan
         Untuk mengetahui proses pembuatan media gula-gula
1.3 Manfaat
          Memberikan informasi tentang cara pembuatan media gula-gula

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori
    Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk,dan Wheeler,1993.Mikrobiologi Dasar Jilid 1).
   Pada pertumbuhannya terjadi sintesa yang khas dan berimbang dari komponen-komponen protoplasma dari bahan-bahan gizi (nutrien) yang terdapat dalam lingkungannya (Mikrobiologi Kedokteran).
   Bakteri itu berbeda-beda, contohnya: Chleamydiaceeae mempunyai daur perkembangan yang unik, yaitu terdapat bentuk infeksius yang secara metabolik bersifat inaktif (badan elementer,elementary body EB) dan bentuk noninfeksius yang secara metabolik bersifat aktif (badan retikulat,reticulate body, RB) (Sylvia,2009,Bakteri Intra Seluler).
   Medium adalah bahan yang terdiri dari campuran zat-zat untuk menambahkan mikroba. Selain itu juga berguna untuk isolasi sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba dalam suatu bahan. Medium pembiakan yang digunakan untuk mengembangbiakkan bakteri di laboraturium dapat dibedakan dalam: medium pembiakan dasar, medium pembiakan penyubur, medium pembiakan selektif, dan cara mendapatkan  biakan murni (Drs.Koes irianto,2006,mikrobiologi).
   Begitu tersedia kodinsi yang memuaskan untuk kultivasi, maka reproduksi dan pertumbuhan bakteri dapat diamati dan diukur, untuk menentukan pengaruh berbagai kondisi baik terhadap reproduksi dan pertumbuhan bakteri tersebut, dan untuk menentukan perubahan-perubahan apa saja yang dihasilkan oleh bakteri di dalam lingkungan tumbuhnya.
   Untuk menelaah bakteri di laboratorium kita harus dapat menumbuhkan bakteri dalam biakan murni.Untuk melakukan hal itu, haruslah mengerti jenis-jenis nutrisi yang disyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya.
   Dalam pembuatan medium harus ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu sebagai berikut :
1.  Mengandung semua zat yang mudah digunakan oleh mikroba.
2.  Tidak mengandung zat penghambat pertmubuhan.
3.  Mempunyai tekanan osmose dan tekanan muka.
4.  Mempunyai derajat keasaman (pH) yang sesuai.
5.  Dan dalam keadaan steril.
   Jenis-jenis medium berdasarkan komponen dasar pembuatannya :
1. Medium kompleks.
2.  Medium yang tersusun dari bahan kimia tertentu.
   Jenis medium berdasarkan komposisimediumnya :
1.  Medium umum.
2.   Medium diperkaya.
3.   Medium selektif.
4.   Medium diferensial.
Jenis medium berdasarkan komposisi bentuknya :
1.  Medium cair.
2.  Medium semi padat.
3. Medium padat
              (Sinta dkk,2010,Praktikum Mikrobiologi Dasar).
   Biakan murni adalah biakan yang hanya berisi 1 jenis bakteri (Pelczar et al.,1988). Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu, cara pengenceran, cara penuangan, cara penggesekan atau penggoresan, cara penyebaran, cara pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada hewan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan (Waluyo, 2007).
1.      Cara pengenceran
   Cara pengenceran yaitu dengan mengencerkan misalnya 1 ose bakteri dengan air. Lalu hasil pengenceran tersebut diencerkan lagi dengan beberapa ketentuan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi konsentrasi bakteri(Barazandeh,2008).Cara ini pertama-tama dilakukan oleh Lister dalam tahun 1865. Ia berhasil memiara murni Streptococcus lactis yang diisolasikannya dari susu yang sudah masam. Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam-macam spesies diencerkan dalam suatu tabung tersendiri. Dari enceran ini kemudian diambil 1 ml untuk diencerkan lagi. Dan dari pengenceran yang kedua ini diambil 1 ml untuk diencerkan lebih lanjut. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0,1 ml untuk disebarkan pada suatu medium padat, kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni tumbuh dalam medium tersebut, tetapi mungkin juga kita hanya memperoleh satu koloni saja. Dalam hal yang demikian ini kita memperoleh satu koloni murni, dan selanjutnya spesies ini dapat kita jadikan biakan murni. Kalau kita belum yakin, bahwa koloni tunggal yang kita peroleh itu murni, kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel.
2.  Cara  Penuangan
   Cara ini pertama dilakukan oleh Robert Koch (1843 – 1905), yaitu dengan mengambil sedikit sampel campuran bakteri yang sudah diencerkan, dan sampel ini kemudian disebarkan di dalam suatu medium dari kaldu dan gelatin encer. Teknik ini memerlukan agar yang belum padat (>45oC) untuk dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri lalu kemudian dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Hal ini akan menyebarkan sel-sel bakteri tidak hanya pada permukaan agar saja melainkan sel terendam agar (di dalam agar) sehingga terdapat sel yang tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan ada yang tumbuh di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung oksigen. Adapun prosedur kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut : Siapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair (>45oC),Teteskan 1 ml secara aseptis.suspensi sel kedalam cawan kosong,tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk menghomogenkan suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi.
 (Volk,dan Wheeler,1993.Mikrobiologi Dasar Jilid 1).

 2.1 Media Gula-Gula
    Media gula-gula digunakan untuk mengetahui apakah kuman memfermentasi masing-masing gula diatas membentuk asam. Media gula-gula ini terpisah dalam 5 tabung yang berbeda dan media yang digunakan adalah masing-masing gula dengan konsentrasi 1% dalam pepton. Masing-masing gula ditandai dengan tinta pada tutup kapas yang berbeda-beda. Untuk glukosa tidak berwarna, laktosa berwarna ungu, maltosa berwarna merah, manitol berwarna hijau, dan sukrosa berwarna biru. Didalam media gula-gula ditambahkan indikator phenol red.

BAB III
METODE PRAKTIKUM
8. Pipet Pasteur
9. Neraca Analitik
10. Hot Plate
11. Lampu Spritus/ Lampu Bunsen
12. Autoclave
13. Rak Tabung
3.1 Alat
1. Tabung reaksi kecil
2. Tabung Durham
3. Gelas Kimia
4. Gelas Ukur
5. Erlenmeyer
6. Batang Pengaduk
7. Corong Gelas
5. Kapas
6. Aquadest
7. Label
8. Kertas
3.2 Bahan
1. Pepton Powder
2. Maltosa Powder
3. Laktosa Powder
4. Glukosa Powder
 3.3 Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2.  Kemudian timbang pepton powder sebanyak 1.53 gr menggunakan neraca    
     analitik, setelah ditimbang diletakan dalam Erlenmeyer
3. larutkan pepton powder dengan aquadest sebanyak 60 ml, homogenkan.
4. setelah di homogenkan. Dipanaskan diatas hot plate dengan suhu 150°c
    jangan sampai mendidih karena dapat merusak mikroorganisme
5. lakukan hal yang sama pada glukosa powder, laktosa powder, dan maltosa
    powder. Masing-masing menggunakan 0.2 gr untuk setiap powder.
6. Setelah ditimbang letakan powder pada setiap Erlenmeyer yang telah di
    labeli sesuai dengan larutan yang akan dibuat.
7. Tambahkan pepton water pada masing-masing Erlenmeyer sebanyak 20 ml
8. Homogenkan. Siapkan 15 tabung reaksi serta 15 durham. Letakan larutan
    glukosa, maltosa, laktosa yang tadi telah di buat pada masing-masing
    tabung reaksi.
9. Setiap larutan di bagi menjadi 5 tabung reaksi. Pada masing-masing tabung
    reaksi berisi Durham yang diletakan terbalik dan diisi dengan 4 ml larutan.
10. Pada saat memasukan larutan ke dalam tabung reaksi gunakan lampu
      Bunsen agar tidak terkontaminasi oleh bakteri.
11. Tutup masing-masing tabung reaksi dengan kapas
12. Selanjutnya bungkus menggunakan kertas sebelum di sterilisasi
13. Sterilkan pada autoclave dengan suhu 121°c selama 15 menit
14. Setelah di sterilisasi dinginkan kemudian di letakan pada rak tabung
      sebelum dimasukan kedalam kulkas
15. Larutan pepton water yang telah dibuat kemudian di panaskan diatas hot
      plate. Pepton water yang dipanaskan tidak boleh sampai mendidih karena
      akan merusak mikroorganisme.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
No.
Gambar
Keterangan
1.
Setelah media disterilisasi, media kemudian di dinginkan di dalam lemari pendingin

4.2 Pembahasan                                                                           
     Media gula-gula digunakan untuk mengetahui apakah kuman memfermentasi masing-masing gula diatas membentuk asam. Media gula-gula ini terpisah dalam 5 tabung yang berbeda dan media yang digunakan adalah masing-masing gula dengan konsentrasi 1% dalam pepton. Masing-masing gula ditandai dengan tinta pada tutup kapas yang berbeda-beda. Untuk glukosa tidak berwarna, laktosa berwarna ungu, maltosa berwarna merah, manitol berwarna hijau, dan sukrosa berwarna biru. Didalam media gula-gula ditambahkan indikator phenol red.
Media Gula-Gula termasuk media Identifikasi, media identifikasi adalah perbenihan yang digunakan untuk menentukan jenis bakteri. Biasanya digunakan beberapa media bersama-sama. Disebut media gula-gula karena terbuat dari beberapa gula seperti, glukosa, laktosa, maltosa, sakarosa. Media gula-gula adalah air pepton yang ditambah gula tertentu.Tujuannya adalah untuk mengetahui bakteri memfermentasi karbohidrat. Pada uji gula-gula hanya terjadi perubahan warna pada media gula-gula yang berubah menjadi warna kuning, artinya bakteri ini membentuk asam dari fermentasi glukosa. Pada media gula-gula juga terbentuk gelembung pada tabung durham yang diletakan terbalik didalam tabung media, artinya hasil fermentasi berbentuk gas.
Untuk medium ini dipakai air pepton, jenis gula tertentu 1%, dan indicator fenol red (indikator yang digunakan tidak harus fenol red, indikator lain yang bisa digunakan seperti BTB, warna yang dihasilkan tergantung dari indikator yang digunakan. Jika menggunakan fenol red maka media akan berwarna merah, jika menggunakan BTB maka media akan berwarna biru). Indikator berguna untuk melihat ada atau tidaknya pembentukan asam.Sebelum ditanami oleh bakteri medium tersebut berwarna merah (jika menggunakan indicator fenol red). Apabila sudah ditanami atau terbentuk asam maka akan berwarna kuning. Hal ini terbukti dari seluruh hasil yang diperoleh praktikan, media tersebut masih steril karena berwarna merah.
Selain itu juga, dipergunakan tabung Durham untuk mengetahui ada tidaknya pembentukan gas sebagai hasil penguraian gula dalam medium. Tabung Durham diletakan terbalik di dalam tabung gula sehingga gas yang terbentuk akan tertampung di dalam tabung tersebut. Sebelum dipakai, media gula-gula ini harus selalu diperiksa apakah masih steril atau tidak. Bila telah keruh atau kuning berarti media tidak dapat dipergunakan lagi.Sifat penguraian terhadap gula dari setiap mikroba adalah berlainan, dengan demikian hasil penguraian (reaksi)ini dapat dipakai untuk determinasi suatu jenis bakteri sehingga dapat ditentukan spesiesnya.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
     Media gula-gula adalah air pepton yang ditambah gula tertentu.Tujuannya adalah untuk mengetahui bakteri memfermentasi karbohidrat. Pada uji gula-gula hanya terjadi perubahan warna pada media gula-gula yang berubah menjadi warna kuning, artinya bakteri ini membentuk asam dari fermentasi glukosa.
5.2 Saran
     Pada Saat pembuatan media pastikan segala peralatan yang digunakan telah steril agar tidak terkontaminasi dengan bakteri.Pada saat memasukan larutan kedalam tabung reaksi gunakan bunsen agar terhindar dari kontaminasi bakteri.
DAFTAR PUSTAKA
Indigoe. 2012. Pembahasan Uji Citrate Menggunakan Media Simmon Citrate
            Diakses pada tanggal 7 Oktober 2017

Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi. Bandung : Yrama Widya

Kusnadi.  2003.  Mikrobiologi.  Bandung : Universitas  Pendidikan   Indonesia

Label, C. 2008. Pembuatan Media Agar dan Sterilisasi. http://pustakaumy.ac.id
           Diakses tanggal 7 Oktober 2017

  Muslim. 2011. Mikrobiologi Dasar Jilid 1. FMIPA UMM. Makasar

Pratiwi, S.  T. 2008. Buku Panduan Mikrobiologi  Farmasi.  Jakarta : Erlangga

Sanfa. 2011. Mikrobiologi Dasar. Malang :  Universitas Muhamadiah

Sumarsih. 2011. Mikrobiologi Umum. UI Press. Jakarta

Volk, W.A., dan  Wheeler, M.F.  1993.  Mikrobiologi Dasar. Erlangga.  Jakarta.

Waluyo. 2002. Mikrobiologi Umum. UPT Penerbit UMM. Malang





































LAMPIRAN




Sabtu, 08 Juli 2017

Arum Manis

Yang mungkin tak pernah kamu sadari, angin selalu menerbangkan salam rinduku melalui jendela kamarmu. Langit mencurahkan hujan mewakili perasaanku kala menatap matamu yang basah. Dedaunan berguguran sebagai tanda kesedihan tak terungkap. Tanah kering yang ku pijak seperti retakan di jantung. Namun kini surya merangkak naik, cerah, seperti senyum yang tak lelah singgah di wajahmu. Mendung menyingkir, berganti warna menjadi biru. Kebun bunga bermekaran layaknya di berkati dewi alam. Tirai yang selama ini menutup telah di sibak, menampakan cahaya silau yang dulunya temaram. Karna ada kamu, berlarian dan tertawa. Seperti musim semi yang membuatku jatuh cinta.

Sepatu bot, puisi, dan sepotong cup cake

Midnight Poem

Sudah lama kapalmu berlayar nan jauh
Lama pula tak berlabuh di dermagaku
Kau hanya meninggalkan jangkar putus
Yang telah berkarat
Sedang aku tetap berdiri kokoh, memberi arah para nelayan, sekaligus menunggu dalam jemu.
Apa yang bisa di harapkan dari sesosok murcusuar selain sapa hangat albratos yang terbang rendah?





Sepatu bot, puisi, dan sepotong cup cake

Sabas